Hari ini, Senin, 22 Februari 2010 pukul 10.00, di Communitarian BUMN RI telah dilantik komisaris baru INTI, Johnny Swandi Sjam (mantan Dirut Indosat).


Dengan bergabungnya Johnny, kini INTI mempunyai 5 orang Komisaris.
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Kementerian BUMN, Sahala Lumban Gaol berharap, dengan bergabungnya Johnny di jajaran INTI, makin banyak peluang bisa diciptakan dan digarap untuk kemajuan INTI ke depan.
JAKARTA: Niat PT Industri Telekomunikasi (Inti) agar diakuisisi oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk tampaknya harus menunggu waktu, menyusul tidak adanya respons positif dari manajemen PT Telkom.
Direktur Utama PT Inti Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya membuka peluang merger atau akuisisi dengan perusahaan lain, termasuk Telkom. "Akuisisi oleh Telkom bisa saja dilakukan kalau hal itu mengarah ke perbaikan kinerja," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Dia menjelaskan perusahaan sangat terbuka membicarakan lagi akuisisi dengan Telkom. Saat dipegang manajemen lama, PT Inti menghentikan pembicaraan mengenai proses akuisisi oleh PT Telkom, bahkan sudah dipetieskan.
Pada Agustus 2007, manajemen PT Inti menolak diakuisisi PT Telkom seperti disarankan Kementerian BUMN. Dirut PT Inti saat itu, Abdul Aziz, mengungkapkan penolakan itu didasarkan atas optimisme prospek bisnis perusahaan.
Namun, setelah manajemen perusahaan tersebut berubah, BUMN bidang produsen perangkat telekomunikasi itu ingin membuka kembali persoalan tersebut. Inti akan melakukan reorientasi bisnis dengan merevitalisasi lini manufaktur yang sempat ditinggalkannya.
Irfan berharap lini produksi bisa dibangkitkan lagi, sebagaimana mengiringi BUMN itu pada masa kejayaannya periode 1980-1990. "Namun, kami tentu harus definisikan dulu seperti apa reindustrialisasi yang akan dilakukan. Karena lingkungan bisnisnya kan sudah berbeda."
Menurut dia, Telkom yang juga menyediakan ragam layanan telekomunikasi dan konten sangat cocok dengan lini bisnis Inti.
"Proses akuisisi atau merger adalah hal biasa, sehingga tidak tabu untuk membicarakannya dengan semua pihak, termasuk Telkom," katanya.
Pada tahun lalu, Inti mencoba terjun di segmen penyedia konten dan penyedia jasa Internet dengan mengikuti tender Internet Kecamatan, memproduksi games, dan mengajukan sertifikasi perangkat WiMax.
Belum ada rencana
Di tempat terpisah, Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengaku baru mengetahui adanya peluang pembahasan kembali akuisisi terhadap PT Inti. "Saya baru mendengarnya karena hal ini memang sudah lama tidak dibicarakan lagi."
Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menyatakan belum ada rencana untuk membeli Inti. Perseroan akan melanjutkan akuisisi sejumlah perusahaan yang sudah masuk dalam daftar target.
"Sampai sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai akuisisi PT Inti, dan kami tidak berencana membeli Inti. Kami akan menjalankan rencana sesuai dengan yang sudah ditetapkan," ujarnya.
Menurut Sudiro, perseroan tetap mengalokasikan Rp1 triliun untuk keperluan akuisisi guna mendorong pertumbuhan perusahaan. Perusahaan yang dikembangkan menjadi layanan e-health itu akan dibeli dengan nilai akuisisi Rp100 miliar-Rp150 miliar.
Telkom mengalokasikan belanja modal perseroan sebesar US$2 miliar pada tahun ini. selain dari pinjaman, BUMN telekomunikasi ini juga akan mencari pendanaan melalui penerbitan obligasi sebesar US$200 juta-US$300 juta. (Fahmi Achmad)
Oleh Bambang P. Jatmiko & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Kebutuhan power supply untuk mencatu berbagai peralatan telekomunikasi tidak pernah terbantahkan dimanapun peralatan itu berada. termasuk di daerah-daerah terpencil sekalipun. Saat ini ribuan BTS yang tersebar di pelosok daerah terpencil masih menggunakan tenaga diesel. Masing-masing BTS memerlukan tenaga listrik antara 450 s/d 2000 watt. Setiap BTS rata-rata memerlukan 2 buah genset berbahan bakar minyak.http://www.inti.co.id/id/uploads/img4b614aadca3bd.jpg">
Kendala jarak, lokasi dan transportasi membutuhkan solusi untuk dipecahkan. Salah satu tenaga alternatif yang potensial adalah Photovoltaic System (solar cell), yang sudah dikenal selama ini. Letak geografis Indonesia menjanjikan prospek pemanfaatan tenaga surya di masa depan sangat baik untuk dikembangkan. Bagi INTI, kompetensi ini masih relatif baru dan oleh karena itu dirasakan sangat perlu melakukan pelatihan SDM secara khusus. Ke depan, INTI akan memasarkan solusi ini kepada kastemer sebagai terobosan mengatasi kendala keterbatasan sumber energi khususnya di daerah remote.http://www.inti.co.id/id/uploads/img4b614abfb04b4.jpg">
http://www.inti.co.id/id/uploads/img4b614ad38cfd6.jpg">
Bertempat di ruang kelas RICE lantai 3 GPT INTI, sebanyak lebih kurang 15 orang dari PT. IndosatTbk dan 5 orang karyawan INTI pada tanggal 21 s/d 22 Januari 2010 mengikuti Training Photovoltaic System (solar cell). Ini merupakan rangkaian training yang sebelumnya juga pernah diadakan, dengan Trainer dari Altec Valere ini merupakan bagian dari kesepakatan dari PO senilai ± 8,5 M tentang pengadaan dan jasa pemasangan PV system yang mana PT INTI harus memberikan Training kepada PT. Indosat. http://www.inti.co.id/id/uploads/img4b614ae9808ab.jpg">
Potensi bisnis ini memang relatif baru bagi INTI, potensi pasar masih menjanjikan untuk diraih dan kompetensi SDM secara bertahap sudah kita siapkan. Untuk rekan-rekan yang tergabung dalam tim marketing, selamat berkompetisi.(INTI/AS/HH/Agung).
Dalam rangka rapat koordinasi BUMNIS dan penyerahan tahap tiga sebanyak 33 kendaraan panser buatan PT PINDAD tipe APS (6x6) kepada Menteri Pertahanan RI, kementerian BUMN menyelenggarakan pameran sehari sinergi BUMNIS. Pameran diikuti oleh INTI, PT Dirgantara Indonesia, Bharata, PAL, INKA, Bank BNI, Bank Mandiri, Dahana, LEN, Krakatau Steel, dan tuan rumah PT PINDAD, yang berlangsung di halaman PT PINDAD Bandung, 13 Januari 2010.
Rabu, 30 Desember 2009, adalah momentum yang tidak bisa dilupakan, karena pada titik ini INTI menapaki usianya ke 35 tahun. Adalah usia yang cukup matang untuk ukuran seorang manusia, untuk menuju kemapanan pola pikir dan kedewasaan yang dilumuri dengan kebijakan. Itu manusia, beda halnya dengan sebuah organisasi atau perusahaan. Banyak hal yang menjadi faktor tumbuh kembang performansi dan kinerja usaha perusahaan, baik itu kondisi makro maupun kondisi mikro dalam manajemen perusahaan tersebut.
Ini pula yang sedang kita rasakan bersama, fluktuasi kinerja dan usaha INTI, yang kini sedang mencari jati diri untuk bangkit kembali menghidupkan era industri ICT (Information & Communication Technology), untuk menjadi prime mover industri nasional. Hal ini tentunya memerlukan suntikan berbagai unsur; energi, keuangan, usaha keras, soliditas dan agilitas karyawan agar mampu menembus batas persaingan yang cukup ketat. 
Melalui tema HUT INTI kali ini, "kebersamaan dan kesederhanaan untuk menghadapi tantangan", manajemen berusaha untuk meng-encourage seluruh lapisan masyarakat INTI dalam menumbuhkan dan meningkatkan sikap positif, soliditas, dan kebersamaan dalam bertindak kreatif dan inovatif. Perilaku ini diharapkan mampu menciptakan peluang dan menghadapi tantangan, serta tetap konsisten dalam memberikan layanan terbaik kepada mitra dan kastemer INTI.
Sebagaimana diungkapkan Dirut INTI Irfan Setiaputra dalam sambutan HUT INTI, bahwa dalam perayaan HUT INTI tahun ini perusahaan tidak mengeluarkan biaya, akan tetapi beliau berharap acara dapat diselenggarakan lancar dan sukses. Pantia di-challenge untuk mencari dana dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kerjasama dengan mitra INTI.
Alhasil, di bawah komando Hotman H.S dan Eggy Julianda selaku pensehat, serta dikawal ketat oleh Direktur SDM dan Umum, Dayu Padmara Rengganis, kemeriahan dalam kesederhaan HUT INTI mampu menggugah berbagai pihak untuk terlibat dalam mengisi acara, yang didukung disponsori para mitra kerja INTI. Para sponsor itu antara lain: PT Alcatel-Lucent Indonesia, Tongyu Hongkong Company, Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI’46, PT PINDAD, Koperasi INTI, Asuransi TRIPAKARTA, Inti Bumi Perkasa, Inti Pindad Mitra Sejati (IPMS), Dana Pensiun Inti, Citra Mandiri Persada, Mitra Bhakti Inti Perdana, Mitra Graha Inti Utama, dan Inti Krida Ekajasa.

Dengan motto acara "dari kita untuk kita dan oleh kita", berbagai komponen dan lapisan masyarakat INTI berbaur memeriahkan HUT INTI ke-35. Rangkaian acara HUT INTI ke-35 dimulai dari kegiatan olah raga antar divisi, antar direktorat dan perusahaan afiliasi dan puncaknya dilangsungkan di lobby GKP INTI, termasuk "ritual" potong tumpeng oleh Irfan Setiaputra.
Hal yang paling berkesan dan mengharukan, bahkan jarang terjadi dalam peringatan HUT INTI, yakni hadirnya para mantan direksi INTI dari berbagai periode, mulai dari Junirman Bahar, Juniar Chaidir, Fadli Badrun, Budi Siswanto, Nana Iriana, Ernawati Djamin, Philips Kembaren, Hardjanto, serta Herjanto Kramadibrata. Dalam kesempatan itu hadir pula Jumain Appe selaku Komisaris Utama INTI, perwakilan dari PT PINDAD dan perwakilan para sponsor dari Bank Mandiri dan Bank BNI’46.

Kemeriahan semakin memuncak ketika direksi didampingi mantan direksi, diuji kepiawaiannya bermain dalam acara "berpacu dalam melodi ala INTI", yang dipandu oleh Elfi Malano dan Witarsih, didukung para "artis" INTI, meliputi Ria, Iwan Elvis, Herry Holikin, dan Agus Dedi. Tak kalah menarik juga, para pengisi acara dari berbagai divisi dan afiliasi, dalam kreasi seni suara dan bercerita, gerak dan lagu serta paduan suara yang meramu lagu-lagu daerah dari ujung barat Indonesia hingga ke ujung timur Indonesia. Begitu asyik dan meriahnya, tak terasa meski waktu bergulir hingga acara usai, para karyawan tidak beranjak dari tempat duduknya, ditambah lagi dengan penantian pengundian "grand doorprize" Blackberry Gemini dan Blackberry Bold. 
Di sisi lain, PINDAD dengan 2 kendaraan Panser-nya turut meramaikan kemeriahan HUT INTI. Animo masyarakat INTI untuk mencoba menikmati naik Panser "rasa sedan" begitu besar. Bahkan salah satu anggota keluarga Direksi INTI sengaja datang dari Jakarta untuk menikmati naik kendaraan Panser buatan anak negeri sendiri. "Ini adalah kesempatan terbaik, kapan lagi kita bisa menikmati Panser PINDAD", kata mereka.
Kita semua bersyukur, dalam kondisi INTI seperti saat ini kita masih dapat merayakan HUT INTI ke-35 dengan cukup meriah dan tetap efisien berkat bantuan para sponsor. Akhirnya, kita semua berharap kehadiran para mantan pejabat INTI turut mendoakan INTI dan menjadi kado terindah untuk INTI. Dirgahayu INTI ke-35, "Karyawan Sejahtera, INTI Jaya". Semoga engkau tetap berdiri dengan gagah sampai kami tak bisa melihatmu kembali. (Humas/Nick/KSN)


