INTI Jalin Kerjasama dengan Pemenang Mandiri Young Technopreneur Award bidang Energi, PT T-Files

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan tenaga listrik masyarakat dan industri akibat pertumbuhan ekonomi nasional, dan untuk mengejar ketertinggalan dalam hal rasio elektrifikasi Indonesia dibandingkan negara lain, maka diperlukan inovasi dalam mengembangkan energi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, namun belum mampu memenuhi kebutuhan energi tersebut, termasuk pasokan listrik ke daerah terpencil. Dalam hal ini peran swasta dan daerah dalam pembangunan kelistrikan masih minim.  

Disisi lain semangat pengembangan green energy dan green company, kini menjadi konsen pemerintah dalam mencari alternatif pengembangan energi untuk memenuhi pasokan energi nasional, terutama bidang kelistrikan.

Pemerintah dalam hal ini kementrian BUMN dibawah pimpinan Dahlan Iskan, melihat PT INTI sebagai salah satu BUMN yang berperan sebagai prime mover bangkitnya industri dalam negeri, serta PT T-Files Indonesia, yang meraih Mandiri Young Technopreneur Award  bidang Energi, berusaha mempertemukan dalam satu jalinan kerjasama, dalam pengembangan green energy. PT T-Files Indonesia yang merupakan perusahaan binaan Lembaga Pengembangan inovasi dan kewirausahaan ITB (LPIK ITB), dimana saham perusahaan ini dimiliki ITB sebesar 10 persen, dan sisanya dimiliki pihak swasta, yakni anak muda alumni ITB yang berasal dari berbagai displin ilmu. Perusahaan ini berdiri tahun 2009 dan telah dirintis sejak tahun 2005. Perusahaan ini bergerak di bidang survey oseanografi dan green ocean energy , dimana memiliki prestasi yang luar biasa sebagai juara 1 Mandiri Technopreneur Award.

Penandatangan kerjasama dilakukan di PT INTI, Jumat 3 Pebruari 2012, oleh Dirut PT T-Files Nurana Indah Paramita dan Irfan Setiaputra, yang disaksikan langsung oleh Menneg BUMN Dahlan Iskan. Kerjasama ini didasari pula semangat nasionalisme (cinta produk dalam negeri), serta visi dan misi yang sama, yakni keinginan untuk  mengembangkan produk dan potensi sumber daya alam dalam negeri (lokal konten), maka INTI dan T-Files Indonesia akan mengembangkan produk unggulan pembangkit listrik tenaga arus  laut yang  dijuluki, Marine Current Turbine.  Semangat anak muda yang berjiwa entrepreneur disambut baik oleh INTI untuk melakukan ekspansi usahanya ke bidang energi, yang masih terbuka lebar dan mempunyai opportunity besar dalam  waktu yang relatif panjang.

Dalam kesempatan itu Dahlan Iskan menyambut baik kerjasama ini, dan berpesan untuk melakukan study kelayakan dan penelitian intensif, dalam melakukan instalasi pembangunan pembangkit listrik tenaga arus  laut, agar disesuaikan dengan kondisi wilayah laut yang akan dibangun. Karena  pembangunan sarana ini harus memiliki ketahanan yang kuat terhadap badai, dan ngelombang yang besar, sehingga mampu bertahan lama, demikian Dahlan Iskan menandaskan.

Kerjasama tersebut merupakan salah satu bentuk link and match antara inkubator bisnis, yang lahir dari kreasi dan inovasi anak bangsa, para peneliti kalangan akademisi, yang  menghasilkan produk berdaya guna bagi kehidupan masyarakat Indonesia, dimana INTI telah menjembatani kesenjangan antara lembaga penelitian dengan industri.

Pengembangan pembangkit listrik tenaga arus laut, Marine Current Turbine, memiliki banyak keunggulan antara lain:

a.  Produk ini merupakan output  pengembangan teknologi yang masih relatif baru di  Indonesia

b.  Dibandingkan dengan produk luar negeri yang sejenis, produk ini memang sangat cocok untuk digunakan, karena sudah disesuikan dengan kondisi alam  dan wilayah geografis Indonesia yang memiliki iklim tropis

c.  Produk ini mampu menghasilkan daya listrik yang cukup besar dengan biaya yang sangat rendah, jika dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga matahari (solar cel), tenaga diesel, batu bara, tenaga nuklir, dan tenaga air (PLTA).

d.  Produk ini mampu menjangkau wilayah terpencil Indonesia yang selama ini sulit mendapatkan pasokan listrik dari wilayah daratan terdekat. Karena instalasi pembangkit listrik ini dilakukan di laut, bahkan di laut yang memiliki gelombang ekstrim sekalipun di wilayah Indonesia

e.  Pengembangan produk Marine Current Turbine ini mampu memasok energi listrik yang berfungsi untuk lampu pelabuhan, mercu suar mini diperbatasan dan kebutuhan listrik lainnya di lepas pantai.
f.   Produk ini menggunakan sumber renewable energy  yang tidak akan mengalami kekurangan pasokan, karena mengandalkan energi gelombang laut  yang kecil maupun gelombang laut yang besar.

Apabila dikaitkan dengan jumlah kebutuhan energi listrik di Indonesia yang makin besar, pengembangan produk ini sangat menjanjikan karena, pangsa pasar yang masih terbuka lebar, dan pesaingnyapun  masih relatif kecil, bahkan belum ada.

Bagi pemerintah Indonesia, inovasi produk ini akan menjawab kebutuhan pasokan listrik yang semakin meningkat, yang menjadi kendala besar selama ini,  terutama untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di daerah terpencil.

Bagi INTI dan PT T-File Indonesia,  kerjasama ini akan menjadi tonggak sejarah bangkitnya pengembangan teknologi energi kelautan yang mampu menjadi andalan pasokan energi nasional yang berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.(Humas INTI-Pt T-Files).

INTI Hadir Dalam Pameran Hari Nusantara ke-12 di Dumai Riau

INTI ikut serta dalam Pameran Hari Nusantara ke-12 di Dumai. Puncak peringatan hari Nusantara ke-12, tanggal 12-14 Desember 2011 di Gedung Agribisnis Kota Madya Dumai Riau. Upacara peringatan dipimpin langsung oleh wakil presiden Republik Indonesia Budiono didampingi oleh Mendiknas, dan Menhankam Purnomo Yusgiantoro selaku Koordinator Panitia Hari Nusantara ke-12 th 2011.

Rangkaian acara yang diawali pada 12 Desember 2011dengan Pembukaan Pameran Pertahanan, Maritim dan KUKM oleh Menhankam, dan dilanjutkan dengan peringatan Hari Nusantara ke-12 pada 13 Desember 2011. Acara ini diikuti pula oleh Angkatan Laut Malaysia, Singapura dan Thailand.

INTI tergabung dalam tim Dephankam bersama BUMN strategis lainnya seperti PT Dirgantara Indonesia, PAL, LEN, DAHANA,PINDAD, dan perusahaan swasta Famatex, Persada, Kabindo dan Maju Mapan.

INTI yang menempati stan terdepan, menampilkan produk Radar ISRA, Part Senjata buatan IPMS, dan GPA. Menhankam Purnomo Yusgiantoro yang sempat berlamaI-lama di stand INTI sempat menanyakan, sudah sejauh mana INTI mengembangkan peralatan untuk mendukung pertahanan dan keamanan.

Sementara itu Wapres Budiono dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan hari Nusantara kali ini merupakan ajang terlengkap karena diikuti oleh berbagai komponen, antara lain seluruh kesatuan TNI, Pemda Riau, Dumai, dan Kalimantan serta kelompok KUKM.

Masyakat Dumai sangat antusias melihat dan menikmati pameran ini, hingga larut malam masih berduyun-duyun berkunjung ke arena pameran. Karena di Dumai sangat jarang event pameran apalagi panggung hiburan, sehingga masyarakatpun meminta supaya event ini dapat berlangsung lebih lama.

Untuk kegiatan Hari Nusantara ke-13 tahun 2012 direncanakan dipusatkan di Nusa Tenggara Barat dan bertindak selaku koordinator panitia Menteri Pendidikan Nasional. Dan saat itu diserahkan pula estafet bendera Hari Nusantara, dari Menhankam ke Mendiknas Moh. Nuh

Pelatihan Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Masyarakat Sekitar

Menyadari pentingnya issue lingkungan dan dalam upaya ikut menjaga kesehatan lingkungan Unit PKBL PT INTI bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 1 Desember 2011 bertempat di Ruang Auditorium GKP INTI telah melaksanakan kegiatan pelatihan Teknik Pembuatan Lubang Resapan Biopori yang diperuntukkan masyarakat sekitar perusahaan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Operasi PT INTI, Tikno Sutisna diikuti oleh hampir 30 orang perwakilan dari Kelurahan Regol, Kelurahan Pelindung Hewan, Kelurahan Pasawahan, Kelurahan Ciroyom, Kelurahan Ciateul. Selain itu acara ini juga diikuti oleh 13 orang karyawan baru yang sedang On The Job Training di PKBL/Divisi Umum.

Dalam sambutannya Direktur Operasi INTI, Tikno Sutisna menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai ujut nyata sumbangsih PT INTI terhadap masyarakat di sekitar perusahaan khususnya dalam hal peduli terhadap lingkungan. Lebih jauh Direktur Operasi berharapagar ilmu yang didapat hari ini dapat diterapkan di masyarakat dan dapat disebarluaskan kepada para tetangga.

Hampir di setiap kota besar di Indonesia mempunyai problematika lingkungan yang serupa yaitu banjir dan sampah. Banjir terjadi akibat air hujan langsung mengalir ke sungai dalam jumlah yang besar sehingga meluap dan menyebabkan banjir. Seharusnya air hujan dapat meresap ke dalam tanah melalui resapan di sekitar kita tinggal, akan tetapi lahan terbuka hijau sebagai resapan semakin sulit didapatkan di kota padat penduduk, semua lahan dihabiskan untuk kepentingan rumah, kantor dan sarana kegiatan ekonomi. Inilah penyebab utama terjadingan banjir. Pembuatan Lubang Resapan Biopori merupakan salah satu alternative solusi sederhana yang harus dilakukan.

Demikian halnya dengan sampah di kota-kota besar. Produksi sampah setiap hari yang begitu besar belum dapat diproses secara cepat dan aman bahkan cenderung merupakan permasalahan serius. Biopori merupakan salah satu alternative untuk mengurangi penumpukan sampah organic.

Biopori sendiri sebenarnya merupakan lubang yang ada di bawah permukaan tanah yang secara alamiah diciptakan oleh makhluk hidup yang ada di dalam tanah. Dengan membuat lubang Biopori kemudian diisi sampah organic artinya kita memberikan media/makan untuk makluk tersebutyang pada akhirnya akan mmampu menciptakan biopor yang lebih banyak lagi sebagai media meresapnya air hujan sehingga tidak mengalir dipermukaan dan terbuat percuma ke kali dan menyebabkan banjir. Selain mencegah banjir, air yang meresap ke dalam tanah akan menjadi cadangan di musim kemarau.

Demikian pentingnya engelolaan air ini sehingga perlu diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 12 Tahun 2009 tentang Pemanfaatan Air Hujan.
Pasal 3 (ayat 1) berbunyi : Setiap penganggung jawab bangunan wajib melakukan pemanfatan air hujan
Ayat 2. berbunyi : Pemanfaatan air hujan sebagai dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara :

a), Kolam pengumpul air
b). Sumur resapan dan/atau
c). Lubang Resapan Biopori.

Perhatian pemerintah kota terhadap program sumur resapan/resapan biopori semakn terlihat hal ini ditunjukkan adanya penilaian dan lomba-lomba pengelolaan lingkungan tingkat kecamatan. Melalui acara pelatihan ini INTI akan melakukan pemantauan ke depan sejauh mana implementasi pembuatan Lubang Resapan Biopori di lingkungan para peserta pelatihan.

Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV-AIDS

Bandung, 1 Desember 2011 kemarin adalah merupakan salah satu hari terpenting bagi dunia kesehatan. Karena setiap tanggal 1 Desember, diperingati sebagai hari HIV-AIDS sedunia. Peringatan hari HIV-AIDS sedunia ini sangatlah penting untuk diperingati agar masyarakat mengetahui apa dampak dan bahayanya dari penyebaran virus HIV-AIDS bagi manusia. Kota Bandung juga turut serta dalam peringatan hari HIV-AIDS sedunia ini. Peringatan dilaksanakan di PT. Biofarma (Persero) yang merupakan salah satu perusahaan BUMN yang ditunjuk langsung oleh Walikota Bandung yaitu Bapak Dada Rosada sebagai Penyelenggara Kegiatan.

Kegiatan ini diresmikan oleh Walikota Madya Bandung, Dada Rosada dan dihadiri oleh banyak kalangan, mulai dari BUMN yang berada di kota Bandung, Para Pengusaha dan Sponsor, Siswa- Siswi Sekolah Menengah beserta para Guru, hingga para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) beserta pengelola panti-panti tempat mereka bernaung, serta para LSAM yang bergerak dalam penangulangan ODHA diawali dengan penandatanganan deklarasi Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV-AIDS yang ditanda-tangani Walikota Madya Bandung dengan para Direktur BUMN serta para Pengusaha di kota Bandung. Tidak terkecuali INTI pun turut berpartisipasi sebagai sponsor dengan memberikan bantuan dana untuk tigra orang ODHA yang dimana masing-masing menerima Rp, 1,5 jt dan diserahkan langsung oleh Walikota kepada yang bersangkutan.


Dalam kesempatan tersebut tidak hanya hiburan dan kreasi dari anak-anak Bandung yang ditampilkan oleh panitia, tetapi disampaikan juga sosialisasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Achyani Raksanagara tentang bagaimana cara penularan dan penyebarannya, media penyebaran virusnya hingga prosentase orang yang terkena virus HIV-AIDS hingga saat ini di kota Bandung serta dampaknya bagi ODHA itu sendiri dan bagaimana kita harus bersikap terhadap ODHA.

Dengan mengambil tema Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV-AIDS, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan bahaya dan dampaknya bagi para karyawan dan pengusaha di dunia kerja jika mengidap virus ini. Diketahui hingga saat ini Bandung merupakan salah satu kota dengan pengidap virus HIV-AIDS terbanyak di wilayah Jawa-Barat. Kurang lebih sebanyak 90% virus HIV-AIDS di kota Bandung diidap oleh ibu Rumah Tangga. Besarnya prosentase yang diperoleh para ibu rumah tangga yang mengidap virus ini membuat kota Bandung harus lebih waspada dan berhati-hati terhadap penyebarannya, tidak terkecuali untuk para pekerja dan dunia usaha. Sebagai salah satu Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah seorang ODHA dari panti rehabilitasi Rumah Cemara yang berbagi pengalaman dan ceritanya sebagai pengidap HIV-AIDS yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat ia bekerja karena diketahui mengidap virus HIV-AIDS yang disebabkan dia mengkonsumsi narkoba. Kisah yang di share oleh ODHA tersebut menjadi suatu peringatan dan pelajaran buat para karyawan ataupun pengusaha di dunia kerja ataupun usaha untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap virus ini, dan adanya kegiatan ini pun merupakan sosialisasi bagi perusahaan agar mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan agar para karyawannya terbebas dari virus HIV-AIDS yang sangat berbahaya ini. Apabila dalam suatu perusahaan didapati karyawannya terdeteksi virus HIV-AIDS tindakan yang seharusnya diambil oleh perusahaan adalah tidak mengucilkan ataupun mendeskriditkan orang tersebut, setelah itu perusahaan juga harus dapat dengan bijak mengambil langkah apa yang harus dilakukan kedepan.

Showing 5 results.