PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)

Our News

Dukung Digitalisasi Pemilihan Wali Nagari, INTI Group melalui PT INTENS Gelar Pelatihan dan Sertifikasi e-Voting

Kantor Pusat

Jl. Moch Toha No. 77 Bandung 40253
Telepon : (+62-22) 5201501
Fax : (+62-22) 5202444
Email : info@inti.co.id

Bukittinggi, Sumatera Barat – Sebagai pemegang lisensi eksklusif e-Voting dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), INTI Group melalui anak usahanya PT INTENS terus memperkuat implementasi demokrasi digital di Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi e-Voting bagi Panitia Pemilihan Wali Nagari Kabupaten Pasaman Barat yang digelar di Santika Hotel Bukittinggi. Kegiatan yang diselenggarakan pada 24 dan 25 Juli 2026 ini, diikuti oleh peserta dari unsur Tim Teknis Lapangan serta Tim Teknis Inti yang akan bertugas menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari berbasis elektronik.

“Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyambut baik dan mendukung pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan Pemilihan Wali Nagari sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang semakin modern dan adaptif. Melalui e-Voting, proses pemungutan dan penghitungan suara dapat berlangsung lebih cepat, dengan hasil yang dapat diketahui segera setelah proses pemungutan suara selesai,“ ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pasaman, Syaikul Putra, S.STP. M.Si, Jumat (24/07).

Pelatihan diselenggarakan dalam dua agenda utama, yakni peningkatan kompetensi teknis penggunaan sistem e-Voting serta sertifikasi personel guna memastikan seluruh penyelenggara memiliki pemahaman yang seragam terhadap standar operasional pelaksanaan pemilihan berbasis elektronik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilihan Wali Nagari berbasis elektronik di tahun ini. Melalui pelatihan dan sertifikasi, harapannya seluruh panitia memiliki kompetensi yang terstandarisasi sehingga pelaksanaan pemilihan dapat berlangsung secara efektif dan profesional.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Pasaman Barat, Dr. H. Doddy San Ismail, M.M, menyampaikan bahwa implementasi e-Voting berpotensi untuk diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Pasaman Barat. “Harapan kami, dengan adanya sistem ini, proses Pemilihan Wali Nagari dapat semakin efektif, transparan, dan memberikan pengalaman pemilihan yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkap Dr. H. Doddy San Ismail, M.M.

E-Voting merupakan sistem yang memanfaatkan perangkat elektronik dan mengolah informasi digital untuk membuat, memberikan, menghitung, hingga menayangkan perolehan suara, sekaligus memelihara dan menghasilkan jejak audit, tanpa harus mencoblos kertas suara secara manual. Semua proses, termasuk verifikasi pemilih, berlangsung secara elektronik menggunakan komputer tablet layar sentuh serta perangkat validasi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bernama “IDentik” yang merupakan produk PT INTI (Persero).

Hingga saat ini, terhitung sudah lebih dari 2000 Desa yang tersebar di 28 Kabupaten dari 15 Provinsi yang sukses menerapkan sistem e-Voting. Dari uji coba tersebut, teknologi yang dimiliki oleh sistem e-Voting ini tidak hanya mampu mensolusikan masalah DPT ganda, tetapi juga dapat menekan beban anggaran pemilu, sekaligus mengefisienkan waktu penyelenggaraan pemilu. Pasalnya, dalam pelaksanaan e-Voting tersebut tidak diperlukan pencetakan kertas suara serta menekan kebutuhan jumlah panitia pemilu. Dengan demikian, proses tersebut secara langsung ikut andil dalam memangkas jumlah anggaran pemilu.

“Keberhasilan implementasi e-Voting di berbagai daerah merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, BRIN, Kemendagri, Komdigi dan INTI Group dalam menghadirkan solusi pemilihan yang andal. Kami optimistis semakin banyak pemerintah daerah yang akan memanfaatkan e-Voting sehingga jangkauannya dapat bertambah hingga semua desa di Indonesia,” ujar Direktur PT INTENS Rizqi Ayunda Pratama.

Tercatat, sejak pertama kali dirilis, e-Voting telah diimplementasikan di berbagai daerah sebagai berikut:

  • Tahun 2013: Boyolali 7 Desa, Jembrana 2 Desa, Musi Rawas 2 Desa
  • Tahun 2014: Musi Rawas 95 Desa
  • Tahun 2015: Bantaeng 9 Desa, Boalemo 30 Desa, Banyuasin 160 Desa, Empat Lawang 101 Desa
  • Tahun 2016: Bantaeng 9 Desa, Boalemo 30 Desa, Banyuasin 160 Desa, Batang Hari 32 Desa
  • Tahun 2017: Bogor 1 Desa, Agam 28 Desa, Boyolali 5 Desa, Boalemo 17 Desa, Bantaeng 25 Desa, Banyuasin 45 Desa, Mempawah 20 Desa, Musi Rawas 16 Desa, Indragiri Hulu 1 Desa
  • Tahun 2018: Bogor 1 Desa, Sidoarjo 14 Desa, Luwu Utara 3 Desa, Oku Timur 40 Desa, Pemalang 172 Desa, Batanghari 15 Desa, Sarolangun 39 Desa
  • Tahun 2019: Agam 35 Desa, Boyolali 22 Desa, Lumajang 2 Desa, Situbondo 5 Desa, Boalemo 17 Desa, Magetan 18 Desa, Oku Timur 8 Desa, Bantaeng 16 Desa, Indragiri Hulu 3 Desa, Toraja Utara 87 Desa
  • Tahun 2020: Sidoarjo , Sleman 49 Desa, Banyuasin 80 Desa, Batanghari 60 Desa, Sarolangun 62 Desa, Musi Rawas 42 Desa, Mempawah 30 Desa
  • Tahun 2021: Barito Kuala 43 Desa, Sleman 35 Desa, Bantaeng 9 Desa, Indragiri Hilir 1 Desa
  • Tahun 2022: Bulukumba 1 Desa, Boalemo 16 Desa, Lampung Tengah 5 Desa, Pesawaran 1 Desa
  • Tahun 2023: Malinau 2 Desa, Mempawah 19 Desa, Agam 38 Desa, Bantaeng 25 Desa

“Implementasi e-Voting di Kabupaten Pasaman Barat menjadi langkah penting dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital pada penyelenggaraan pemilihan di tingkat desa. Dengan dukungan Pemerintah melalui Surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 141/1115/BPD tanggal 8 Maret 2021 tentang Arahan Penerapan Pemilihan Kepala Desa melalui e-Voting, kami optimistis implementasi sistem ini akan terus berkembang di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan proses pemilihan yang demokratis, transparan, dan akuntabel,” pungkas Rizqi Ayunda Pratama.

INTI Group terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi digital bagi tata kelola pemerintahan. Melalui PT INTENS, Perseroan menghadirkan sistem e-Voting yang telah dimanfaatkan oleh ribuan desa di Indonesia sebagai bagian dari transformasi digital penyelenggaraan pemilihan di tingkat desa.